Featured Video

Minggu, 16 Oktober 2011

Berlusconi Bersumpah Akan Hukum Perusuh Roma


Bayu Galih, Indrani Putri
Pengunjuk Rasa di Roma (REUTERS/Alessandro Bianchi)

VIVAnews - Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi bersumpah akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di Roma pada Sabtu 15 Oktober lalu. Aksi yang berawal damai ini berubah ricuh setelah sekelompok demonstran radikal berjubah hitam melakukan aksi pembakaran mobil dan penyerangan terhadap para pemburu berita.


Dilansir dari laman Al-Jazeera, Berlusconi berkata akan segera melakukan identifikasi para perusuh dan menghukum mereka. Ia menyebut kejadian ini sangat mengkhawatirkan, dan para perusuh radikal harus dihukum tanpa kecuali.

Dilansir dari BBC, sedikitnya 70 orang terluka dalam ricuh Roma, tiga diantaranya mengalami luka serius. Para demonstran juga merusak banyak properti dan membakar banyak mobil serta bendera Italia dan bendera Uni Eropa.

Walikota Roma, Gianni Alemanno, segera melakukan tindak antisipasi kerusuhan dengan menginstruksikan semua museum di ibukota Italia itu berhenti beroperasi untuk sementara. Ia mengutuk aksi yang menurutnya dipicu oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab ini.

Aksi menuntut perubahan global akibat krisis finansial di Roma ini terinspirasi dari gerakan Anti Wall Street di New York serta gerakan Indignado si Spanyol. Kota-kota besar lain di belahan dunia lain pun rupanya tak luput dari aksi protes seperti ini.

Dilansir dari laman Le Monde, para demonstran Indignados di Madrid melakukan aksi protes terkait tingginya angka pengangguran negara tersebut, yang mencapai 20,89%.

Sementara itu di London, puluhan demonstran berkumpul mendengarkan pidato pendiri WikiLeaks, Julian Assange. "Kami menginginkan ada sedikit saja keadilan dalam sistem ekonomi dunia," seru Assange.

Aksi serupa terjadi di Paris, Nantes, Berlin, Frankfurt, Zurich, Brussel, Amsterdam, Melbourne, Johannesburg, Tokyo, Sydney, dan Hong Kong. Dimanapun tempatnya, tuntutan para demonstran sama: keadilan untuk seluruh lapisan masyarakat serta penyelesaian krisis finansial global. (eh)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar